Bagian Aurat Wanita Yang Boleh Dilihat Orang lain

batasan aurat yang boleh dilihat mahram

Bila kita Melihat satu persatu maka apa yang disebutkan dalam Al qur an, berkaitan dengan siapa saja yang menjadi mahram adalah :

  1. Suami 
    Bahkan seorang wanita bukan hanya boleh terlihat sebagian auratnya tetapi seluruh auratnya halal bila terlihat.
  2. Ayah 
    Bahwa seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan ayahnya telah dijelaskan pada surat An-Nisa ayat 23 pada poin nomor [2]
  3. Ayah suami 
    Dalam bahasa kita adalah mertua. Yaitu ayahnya suami seorang wanita.
  4. Putera atau anak 
    Bahwa seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan anaknya telah dijelaskan pada surat An-Nisa ayat 23 pada poin nomor [2]
  5. Putera-putera suami 
    Dalam bahasa kita maksudnya adalah anak tiri, dimana seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan laki-laki yang statusnya anak tiri. 6. Saudara-saudara laki-laki. Bahwa seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan saudara laki-lakinya telah dijelaskan pada surat An-Nisa ayat 23 pada poin nomor [3]
  6. putera-putera saudara lelaki 
    Bahwa seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan putera saudara laki-lakinya (keponankan) telah dijelaskan pada surat An-Nisa ayat 23 pada poin nomor [4]
  7. Putera-putera saudara perempuan 
    Dalam bahasa kita maksudnya adalah keponakan dari kakak atau adik wanita.
  8. Wanita-wanita Islam 
    Jadi bila sesama wanita yang muslimah, seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya, Tetapi tidak boleh terlihar seluruhnya. Karena satu-satunya yang boleh melihat seluruh aurat hanya satu orang saja yaitu orang yang menjadi suami. Sedangkan sesama wanita tetap tidak boleh terlihat seluruh aurat kecuali ada pertimbangan darurat seperti untuk penyembuhan secara medis yang memang tidak ada jalan lain kecuali harus melihat. Adapun wanita yang statusnya bukan Islam seperti Kristen, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu atau ateis, maka seorang wanita musimah diharamkan terlihat auratnya meski hanya sebagian. Karena itu buat para wanita muslimah yang tinggal bersama di sebuah asrama atau di rumah kost, pastikan bahwa wanita yang tinggal bersama anda muslimah semuanya. Karena kalau ada yang bukan muslimah, anda tetap diwajibkan menutup aurat seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan sebagaimana di depan laki-laki non mahram. Begitu juga bila masuk ke kolam renang khusus wanita, pastikan bahwa semua pengunjungnya adalah wanita dan agamanya harus Islam.
  9. Budak-budak yang mereka miliki 
    Di masa perbudakan, seorang wanita masih dibolehkan terlihat auratnya di hadapan budak yang dimilikinya. Tapi di masa kini, sopir dan pembantu sama sekali tidak bisa dianggap sebagai budak, karena mereka adalah orang merdeka.
  10. Pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan 
    Yang dimaksud adalah pelayan atau pembantu yang sama sekali sudah mati nafsu birahi baik secara alami atau karena dioperasi. Dalam Tafsir Al-Qurthubi disebutkan bahwa ada perbedaan pendapat dalam memahami maksud ayat in dalam beberapa makna :

    • Mereka adala orang yang bodoh/pandir yang tidak memiliki hasrat terhadap wanita.
    • Mereka adalah orang yang mengabdikan hidupnya pada suatu kaum (harim) yang tidak memiliki hasrat terhadap wanita.
    • Mereka adalah orang yang impoten total.
    • Mereka adalah orang yang dipotong kemaluannya,
    • Mereka adalah orang yang waria yang tidak punya hasrat kepada wanita.
    • Mereka adalah orang yang tua renta yang telah hilang nafsunya
  11. Anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5B3EE8CA50191